—- UNDER CONSTRUCTION  ——

Assalamu’alaykum wRwB

Bismillahirrahmanirrahim

Robbisrohli sodri, wa yassirli amri,
wah lul uqdatan min lisani, yafqohu qouli

“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”
(QS Thaha [20]: 25-28)

Siapakah saya? ……..
Pertanyaan yang sekilas nampak mudah untuk dijawab.

  • Who?
    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (Q.S Ali-Imran[3]:110)Sanjungan yang tersirat pada ayat diatas Allah SWT tujukan kepada ummat Muhammad SAW. Ayat tersebut sekaligus menjelaskan pribadi muslim yang senantiasa menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Sebelum mampu melaksanaknnya, seorang muslim harus terlebih dahulu memiliki keyakinan yang kuat terhadap Allah SWT. Meyakini bahwa sesungguhnya “Al haqqu mirabbikum”, kebenaran adalah dari Tuhanmu. Dengan demikian ia akan dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.    

  • What?
    • Sarana pengikat ilmu
      • “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabanya “. (Q.S.17;36)
      • ”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Almujadilah [58]: 11)
      • Ali bin Abi Thalib: “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
    • Sarana berpesan dan pengingat, terutama untuk diri pribadi
    • Sarana tadzabbur dan tadzakkur
      • “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. ” (QS. Shad [38]:29)Blog ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mentadzaburi (memperhatikan dan mendapat pelajaran) ayat-ayat Allah baik yang tertuang dalam Al-Quran dan As-sunnah maupun yang ALlah SWT tuliskan di alam raya.    

      • “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”
        (QS. Ar-Ra’ad [13]:28)
        Blog ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengingat kebesaran Allah SWT sehingga hati menjadi tenteram/tenang. 

         

         

         

         

  • Why?
    • Mengingatkan dan menasehati
      • “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S Adz-dzariyat[51]:55)
      •  “Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al-Ashr [103]:2-3)
    • Menyeru kepada kebaikan
      • “Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (Q.S An-Nahl [16]:125)
      • “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” [QS:Lukman (31):17]
  • When & Where?
    ”Hai orang-orang beriman, bertakwalah, dan perhatikan apa yang telah kamu kerjakan untuk menghadapi hari esok (akhirat), sesungguhnya Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.” (QS Alhasyr [59]: 18)
    Selagi hayat masih dikandung badan, selagi masih ada kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk bekal di akhirat kelak.
  • How?
    • Meluruskan niat
      “innama a’malu bin niat” (HR. Bukhari Muslim)
    • “Balaghul ‘Anni walau ayah” –> Sampaikanlah dariku (Muhammad), walau hanya satu ayat (al hadits)
    • “Sampaikanlah kebenaran itu walaupun ia pahit” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)
      • “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS Al-Baqarah [2]: 185).
      • “Dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesempitan.” (QS Al-Hajj (22): 78)
    • Q.S An-nahl 125
      • Bil hikmah
      • Mau’idhotil hasanah
      • Jiddal bil ihsan
    • Mulai dari kesatuan terkecil.
      Mengetahui dan meyakini saja tidak cukup –> “Faith alone is not enough” –> amalkan!! –> mulai dari kesatuan terkecil (diri sendiri)
      Didalam Al-Quran berulang kali disebutkan secara berpasangan: “Man aamana wa aamalan sholihan”
      Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (Ash-Shaff [61]: 2 -3 )
    • Istiqomah
      • Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian berpegang teguhlah. (HR. Muslim)
Rabbii ayyahdiyanii sawaa assabiil
 “Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar”
(Q.S Al-Qasas[28]:22)
   

 

 

 

Allahumma arinal haqqa haqqan, war zuqna ittiba’an; wa arinal baathila baathilan war zuqna ijtinaabaa.

Ya Allah karuniakan petunjuk agar yang haq tampak haq, dan kemampuan untuk melaksanakannya dan yang bathil tampak bathil, dan kemampuan untuk menjauhinya.

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Q.S Al-Baqarah[2]:147)

Al haqqu mirabbikum, kebenaran datangnya hanyalah dari Allah. Apabila terdapat kesalahan, maka itu adalah kesalahan pribadi dan saya mohon maaf.

Wallahu’alam 

 

 

 

 

Wassalamu’alaykum wRwB

Wahyu Wishnu Saputra

 



AlQuran

'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada [pula] berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.'

(Q.S Al-Ahqaf[46]:13-14)

AlHadits

"Barangsiapa yang ditimpa kesedihan/kegundahan maka hendaklah dia membaca: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu(Adam), dan anak hamba perempuanMu(Hawa), Ubun-ubunku ada ditanganMu, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib disisiMu. Hendaklah Engkau jadikan Al-Quran sebagai penentram hatiku, cahaya didadaku, pelenyap duka dan kesedihanku ". Tidak seorang hambapun yang membaca doa tersebut melainkan Allah hilangkan kedukaannya dan diganti-Nya (kesedihan itu) dengan kegembiraan."

(Hadis Sahih Riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Hibban)

Categories


%d bloggers like this: